From Victim to Victor (part 1) by @BangWirzal - Pranala Magni Daya

From Victim to Victor (part 1) by @BangWirzal

Sahabat, selasa malam kemarin saya mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk berbagi di kelas ONline TrainerLaris.com kita tercinta. Izinkanlah saya menuliskan kembali di sini, agar bagi yang ikut kelas kemarin bisa mengingat lagi. Bagi yang tidak sempat ikutan, bisa belajar juga. Dan terutama untuk saya supaya bisa jadi salah satu bagian draft buku hehehe. Semoga kita semua bisa belajar dan mengambil hikmah.

Saya ingin berbagi tentang satu konsep simple tapi kerON tentang bagaimana kita menjalankan hidup kita sehari-hari, apakah sebagai Victim

alias korban, korban kehidupan ini. Atau sebagai Victor, seorang pemenang.

Dimana kita berada? Apa yang menjadi pembeda? Dan bagaimana caranya agar bisa menjadi pemenang?

Brad Sugar, pendiri Action Coach (dimana saya pernah mendapatkan kesempatan bersinergi dengan associate coach nya di Indonesia) menyampaikan dengan simple.

Bagi yang ada pulpen/pensil dan kertas boleh pake ya. Gambarkan sebuah garis di tengah kertas anda. Garis tersebut mewakili standar kehidupan, bisa pendidikan, garis standar finansial, garis standar pekerjaan/jabatan. Atau juga garis itu mewakili kualitas hubungan yang anda miliki, dengan keluarga, dengan teman. Atau bahkan standar kualitas spiritual dan ibadah anda.

Nah kalo ada garis seperti itu, Anda ingin hidup dimana? Di bawah garis atau di atas garis? Kalo kata Pa Jamil Azzaini : “Saya di atas mas Wirzal, empuk, hehehe”.

Tapi marilah kita liat dulu ciri2 orang yang hidup di bawah garis, jangan-jangan kita bilang mau hidup di atas garis tapi selama ini perilaku kita di bawah garis. Ciri yang pertama dari orang yang hidup di bawah garis adalah B L A M E

Menyalahkan! Selalu menyalahkan orang lain apabila ada hal yang tidak sesuai.

Silahkan anda menunjuk jari telunjuk ke layar anda seperti orang yg sedang menyalahkan, dan sadari bahwa di tangan Anda, ada 1 jari menunjuk ke layar, ada 3 jari menunjuk ke diri sendiri dan bahkan ada 1 jari yang menunjuk ke atas seolah menyalahkan nasib, keadaan bahkan menyalahkan Tuhan. Bukannya mengambil tanggung jawab malah menyalahkan:” gara-gara atasan saya, gara-gara bawahan saya, gara-gara anak saya, gara-gara pasangan saya, gara-gara keputusan MK. Lah semua disalahkan.

menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah, itu adalah ciri victim yang pertama.

Ciri yang kedua adalah kalo tidak mendapatkan apa yang diinginkan maka dia akan membuat apa kira? Bang Sa’ad: “alasan sebagai penetralisir keadaan”.

E X C U S E

ALASAN!

Orang Indonesia konon kabarnya jago banget membuat alasan. Dimanapun, kapanpun, sama siapapun bisa aja membuat alasan. Padahal alasan adalah SAMPAH! Alasan itu tidak akan membuat solusi apapun.

Orang yang fokusnya pada alasan ketika anak sakit ga bisa ngantor, bisa jadi ga ngabarin teamnya, dan ketika datang tidak merasa bersalah dan tidak membantu apapun bahkan memperlama pekerjaan karena minta dikasihani anaknya sakit.

Tapi yang fokus pada solusi akan bilang kalo dia minta izin, dan bernegosiasi dan bahkan melakukan yang lebih untuk “membayar” izinnya itu

padahal keduanya anaknya sakit.

Jadi ciri yang kedua adalah EXCUSE

Nah ciri yang ketiga adalah D E N I A L

DENIAL artinya mengingkari atau ngga mau. Coba gerak2 kan kedua tangan anda seolah menolak sesuatu:

“jangaaaan…. jangaaaaan saya… saya terlalu muda”

“jangaaaaaaan……jangaaaan sayaa…. saya udah terlalu tua, sudah kasih yg muda2 aja”

Lah kalo gitu Anda “pas”nya kapan??

waktu yang paling pas itu kapan? waktu yang pas hanyalah SEKARANG

di film kungfu Panda, master Oqway mengingatkan pada Po yang sedang galau

“Yesterday is history, tomorrow is mistery

today is a gift, that’s why we call it PRESENT”

Masa lalu ga bisa kita rubah.Yang bisa kita lakukan pada masa lalu apa donk?

Mas Dwi : “belajar!” Mba Mayang :”Berdamai ama masa lalu. Cari hikmah”

Kapan kita lakukan itu? sekarang 🙂 yup, saat ini kita bisa pergi sejenak ke masa lalu, untuk berdamai, memetik hikmah, belajar.

Masa depan belum terjadi, apa donk yang bisa kita lakukan?

Prepare for it. Make a plan. yuph, when do we do it? NOW

“today is a gift, that’s why we call it present”

Present dalam bahasa inggris ada 3 makna

1. Sekarang

2.Hadir

3. Hadiah

Jadi sahabatku sayang. Kalo Anda benar-benar HADIR, SEKARANG, bukankah itu adalah ANUGRAH? hadir-sekarang-anugrah : khusyuk.

OK, balik ke ciri-ciri yang dibawah garis tadi

Huruf pertama dari Blame-Excuse-Denial apa? B-E-D

artinya kasur, tempat orang apa? Tidur. Sejatinya orang tidur, hidup apa mati?

Orang tidur itu sejatinya mati, ga ada bedanya sama orang mati, dia tidak berbuat, dia tidak menghasilkan, dia ga ngapa-ngapain

paling ada suara-suara ngorok dan eces hehehe

Pertanyaan saya, ujungnya hidup kita apa? mati kan? Nah dari pada kita hidup ga ada bedanya sama orang mati, ga melakukan apa-apa, ga menciptakan apa-apa, kenapa ga kita hidup yang sehidup-hidupnya? hidup yang luar biasa? hidup yang sukses mulia?

toh cuma sekali kan?

Teman-teman punya perkumpulan dengan keluarga, sahabat yang ketemuan mungkin 2-3 bulan sekali? kaya arisan atau pengajian? Mba dhian : ” ada…..ketemuan sama para trainer di webete….”

Bagaimana rasanya kalo satu waktu ga bisa dateng mungkin karena sakit dan ga ada yang nyariin?

Kalo anda ga bisa datang tapi ga ada yang nyariin, hati-hati bisa jadi selama ini anda ada…. atau tidak ada….. sama saja

hidup kaya tidur aja, ga ada bedanya sama orang mati. Yuk sama-sama introspeksi

Ada yang lebih parah, giliran dia ga dateng yang lainnya pada bilang ALHAMDULILLAH, semoga itu bukan kita

Blame-Excuse-Denial inilah ciri-ciri orang di bawah garis ini adalah ciri2 VICTIM si korban kehidupan

Anda mungkin bisa mulai menyadari, bisa jadi ada teman anda yang seperti ini,bisa jadi ada keluarga anda yang seperti ini, atau bisa jadi kita sendiri yang seperti ini.

dan VICTIM itu menular, karena dia seperti member get member

coba masuk satu ruangan dan tiba-tiba ‘hawa’ victimnya, ngeluhnya, menyalahkannya muncul, hati2 tertular.

Jadi anda mau hidup di bawah garis atau di atas garis?

Ikuti Part 2 untuk pembahasan selanjutnya ya?

Doa dan Cinta Saya untuk Anda semua.

“Live Your Highest Value, Embrace Harmony”

Ngobrol yuk Follow @BangWirzal – Value Synergy Trainer – Owner EO and Training Provider: Pranala Magni Daya – #IndonesiaHarmony

HP / WhatsApp: 0816-1377-885 PIN BBM: 23 77 BD 91

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*