Tak Pernah Terlambat Untuk Meminta Maaf by @BangWirzal - Pranala Magni Daya

Tak Pernah Terlambat Untuk Meminta Maaf by @BangWirzal

Ramadhan sudah berlalu, Hari Raya sudah lewat. Silaturahim sudah dilakukan, yang mudik sudah balik pulang ke kota. Ketupat dan opor sudah ludes. Pesan-pesan singkat berucap selamat melalui SMS, WA, BB ataupun sosial media baik yang puitis ataupun humoris sudah tidak masuk (kecuali yang fakir sinyal selama mudik hehehe). Semua berucap maaf lahir batin beriring doa dan selamat Hari Raya.

Mengucap maaf pada suasana ini memang mudah, tapi sadarkah kita bahwa mungkin ucapan itu hanya di mulut saja? Bisa jadi enggan meminta maaf ketika benar-benar salah dan menunggu lebaran untuk melakukannya itupun sambil lalu. Kenapa begitu sulit meminta maaf secara tulus? Karena ada ego untuk tidak pernah salah. Padahal dengan sikap seperti itu sesungguhnya kita telah menghancurkan hubungan dan merusak kepercayaan.

Meminta maaf bukan terletak di kata-kata. Meminta maaf adalah sebuah tindakan yang powerful untuk memperbaiki kualitas hubungan yang kita miliki. Bahkan bisa jadi cara terbaik untuk kembali mendapatkan kepercayaan.

Lalu bagaimana agar kita dapat meminta maaf dengan tulus dan (semoga) benar-benar diterima? Ken Blanchard, penulis The One Minute Manager mengingatkan kita bahwa Permintaan Maaf Dimulai dengan Penyerahan dan Diakhiri dengan Integritas.

Penting untuk kita sebelum meminta maaf untuk benar-benar menyerah (surrender-bukan give up). Maksudnya kita jujur dan mengakui bahwa kita melakukan kesalahan dan perlu memperbaiknya. Ambil tanggung jawab penuh atas apa yang kita lakukan dan apa dampaknya untuk orang lain. Ungkapkan secara jelas permintaan maaf kita karena apa? secara spesifik (ini menjadi berbeda dari biasanya ketika lebaran hanya kata-kata “maaf lahir batin”). Tunjukkan pula pada orang yang kita sakiti bagaimana tidak nyamannya perasaan kita karena melukainya – bahwa kita akan mengubah perilaku kita.

Setelah kita menyerah, kita tutup dengan Integritas. Kalau perilaku kita tidak berubah, kata-kata “saya minta maaf” tidaklah cukup. Artinya, setelah kita menyadari bahwa kita lebih baik dari perilaku buruk kita, berkomitmenlah untuk melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki keadaan. Mintalah maaf, bukan karena hasil yang Anda harapkan, bukan karena ingin dimaafkan. Mintalah maaf karena Anda tahu Anda salah, dan meminta maaf adalah hal tepat yang harus Anda lakukan.

Sahabat, bagi Anda yang ingin belajar lebih banyak tentang hal ini, bisa bergabung belajar bersama dalam WISE-Q Training angkatan 29 tanggal 16-17 Agustus ini. Sebuah pelatihan self-awareness yang salah satu materinya adalah forgiveness therapy. http://trainerlaris.ning.com/events/wise-q-training-batch-29 untuk info lebih lanjut.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk meminta maaf. Akuilah kelemahan dan kesalahan kita, tunjukkan perubahan sikap dan perilaku untuk memperbaiki keadaan. Izinkanlah saya dan keluarga memohon maaf disini. Saya sadar sering bercanda kelewat batas dan kontribusi saya di keluarga trainer laris ini masih kecil. Izinkan pula saya mendoakan kita semua umat muslim agar dosa-dosa kita diampuni Allah, amalan-amalan kita diterima dan semoga kita diizinkan bertemu indahnya Ramadhan lagi. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Selamat meminta maaf. Selamat memaafkan. Doa dan cinta saya untuk Anda semua.

Live Your Highest Value, Embrace Harmony

Ngobrol yuk Follow @BangWirzal – Value Synergy Trainer – Owner EO and Training Provider: PT Pranala Magni Daya – #IndonesiaHarmony

HP/WA : 0816 1377 885 Pin BB: 23 77 BD 91

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*