Rahasia Menjadi Leader Di Era Teknologi

Rahasia Menjadi Leader Di Era Teknologi

Teknologi terus berkembang, dengan munculnya berbagai perangkat dan peralatan canggih maka semua aktivitas dibuat semakin mudah dan praktis. Perubahan-perubahan ini membawa bermacam dampak positif dan negatif. salah satu dampak baiknya semua pekerjaan dan aktivitas kita menjadi lebih mudah dengan teknologi yang ada saat ini dan salah satu dampak buruknya orang-orang menjadi lebih malas bergerak terlebih generasi yang ketika lahir sudah mengenal teknologi canggih. Melihat perubahan-perubahan yang ada saat ini, maka dibutuhkan karakter seorang leader yang mampu membimbing orang-orang di zaman canggih ini khususnya generasi yang sering disebut millenial agar maksimal dalam mengeluarkan potensi yang ada dalam diri mereka. Bagaimana menjadi leader di era teknologi saat ini ?

1. Memiliki Digital Mindset, mengingat sekarang semua sudah serba mudah. Pekerjaan, meeting bahkan pelatihan sudah bisa dilakukan secara online lewat laptop, smartphone dan tablet. Sebagai seorang leader di era millenial maka kita sebaiknya bisa menyesuaikan dengan perkembangan ini, misalnya dengan mengadakan diskusi lewat WhatsApp, mengirim pekerjaan lewat email, meeting lewat video conferences dan lainnya. Sehingga waktu yang digunakan juga jadi lebih efektif.

Hasil studi dari Linkedin tentang kesuksesan dan faktor yang dapat memotivasi kerja, menyebutkan sebanyak 96% profesional muda sudah tidak lagi peduli dengan pojok kantor (ruang istirahat). Millenial merupakan generasi yang lahir pada kisaran tahun 1980 hingga 2000. Ada beberapa versi juga yang menyebutkan berbeda tapi yang pasti generasi millenial lahir setelah hadirnya internet.

2. Seorang yang Agile, salah seorang motivator Jamil Azzaini mengatakan pemimpin yang agile adalah pemimpin yang open minded dan memiliki ambiguity acceptance, yaitu bersedia menerima ketidakjelasan. Ketidakjelasan ini seperti ketidakjelasan dari prospek bisnis ke depan, ketidakjelasan sistem manajemen perusahaan, atau ketidakjelasan manual produk yang dikeluarkan perusahaan. Oleh pemimpin yang agile, hal ini nantinya akan disederhanakan, diperbaiki, dan disempurnakan.

3. Seorang yang Unbeatable (pantang menyerah), semua pemimpin tentunya bukan seorang yang mudah putus asa. Terlebih dalam memimpin generasi di zaman serba teknologi yang cenderung lebih manja karena semua fasilitas sudah ada. Sebagai pemimpin kita harus ulet dan bisa menunjukan kualitas diri. Pemimpin yang Unbeatebla juga perlu banyak belajar tentang hal-hal baru, seperti membuat video sederhana, memaksimalkan gadget untuk bekerja, mengerti desain-desain yang menarik untuk menyajikan presentasi dan banyak lagi.

4. Orang yang Observer dan Active Listener, pemimpin di era teknologi ini harus bisa menjadi observer dan pendengar aktif yang baik bagi anggotanya. Tidak ada salahnya kita melakukan pendekatan dilakukan via media sosial milik mereka seperti Facebook, Instagram, dan Path untuk menjadi observer dan active listener yang baik. Karena kaum millenial sekarang tumbuh beriringan dengan hadirnya media sosial yang membuat mereka selalu ingin diperhatikan. Generasi muda ini haus akan ilmu pengetahuan, pengembangan diri dan menyukai untuk berbagi pengalaman.

5. Inclusive, yaitu dapat memasuki cara berpikir orang lain dalam melihat suatu masalah, mengingat perbedaan cara pandang setiap individu saat ini begitu kompleks. Hal tersebut terjadi karena beragamnya informasi dan media sehingga membentuk pola pikir orang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pemimpin yang inclusive diharapkann bisa menghargai setiap pemikiran yang ada dan menggunakannya untuk mencapai tujuan organisasi. Pemimpin yang inclusive juga bukan bertindak sebagai boss, melainkan leader, mentor, dan sahabat bagi anggota timnya.

6. Brave to be Different, untuk memberi contoh yang baik, pemimpin harus berani berbeda, baik dari cara berpikir, kebijakan, maupun penampilannya. Melihat gaya bekerja generasi millenial yang tidak terlalu senang dengan gaya konvensional, maka leader jaman sekarang harus bisa memberikan kebebasa kepada timnya seperti membebaskan pakaian kerja (yang penting asih rapi dan sopan), membuat jam kerja yang fleksibel dimana tim kita bisa bekerja dari mana saja asalkan pekerjaan bisa selesai sesuai target, mendesain ruang kerja yang cozy. Dan yang juga penting pemimpin bisa menekankan kepada tim bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing dan diberdayagunakan untuk kepentingan organisasi.

Sources: hipwee dan berbagai sumber.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*