Ketakutan Seorang Trainer - Pranala Magni Daya

Ketakutan Seorang Trainer

Suatu waktu saya pernah diminta memberikan pelatihan di sebuah family gathering. Luar biasa keluarga besar ini, tidak hanya ingin berkumpul, bersilaturahim bersama, tapi juga memiliki niatan membangun karakter. Anak-anak dan remaja diberikan pelatihan motivasi di sebuah ruangan bersama seorang trainer yang luar biasa. Sedangkan saya dan tim diminta oleh EO-nya untuk mengadakan Firewalk Training. Wow, ini membuat kami bersemangat sekali.

Lalu apa yang menjadi masalah? EO telah menyiapkan acara dan trainernya sepanjang hari untuk anak-anak dan remaja, tapi belum ada pembicara untuk para orang tua. Nah, siangnya sebelum firewalk, saya diminta memberikan sesi kepada para orang tua, tentang parenting. “APA? PARENTING? Boro-boro punya anak, nikah juga belum” hati kecil saya berteriak.

Sahabatku tersayang, sebagai sesama trainer, apakah hal yang paling menakutkan untuk Anda? Bicara di depan ribuan audiens? Mendapatkan klien yang banyak permintaannya? atau malah sepi order? Untuk saya adalah ketika saya mengatakan hal yang belum saya lakukan.

Saya takut tidak bisa melakukan yang terbaik, saya takut hanya bisa ngomong doang tanpa bukti, saya takut tidak bisa menjaga integritas saya.

Di sisi lain, saya membutuhkan pekerjaan ini. Salah seorang guru kita, Pak Farid Poniman mengingatkan “Panggung seorang trainer itu mahal, sulit didapatkan, jadi kalau ada ya AMBIL!”.

Akhirnya saya mengambil kesempatan tersebut. Tetapi di awal prosesnya, saya mengatakan kejujuran dulu kepada para peserta ” Bapak dan Ibu yang tersayang, terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk saya berbagi disini. Terima kasih atas kebesaran hati Bapak dan Ibu untuk mau belajar bersama. Izinkanlah saya, yang menikah saja belum, apalagi punya anak untuk fokus berbagi pada komunikasi efektif dan value bersyukur atas nikmat keluarga. Semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya.”

Training berjalan dengan menyenangkan, penuh pembelajaran bahkan membuat kami semua terharu. Malam itu pun luar biasa dahsyat. Seluruh anggota keluarga menyatukan impiannya dan mengatasi ketakutan-ketakutan dengan metafora berjalan di atas api. Bayangkan ada anak berusia 5 tahun dan seorang nenek 60 tahun yang ikut berjalan. Wow.

Sahabatku tersayang, apabila ada hal yang Anda sampaikan dalam pelatihan, pastikan Anda melakukannya. Kalau tidak, nurani Anda akan tersiksa. Tapi kesempatan langka untuk tampil janganlah disia-siakan. Siasatilah dengan membingkai ulang fokus dari tema yang diminta agar sesuai dengan kekuatan Anda. Kalo Anda tidak tahu, jujur saja pada audiens Anda, itu tetap lebih baik. Doa dan cinta saya untuk Anda semua.

Salam Sukses Mulia – AYO RUARR BIASAAA!!!

@BangWirzal – Value Awareness Coach – Pranala Magni Daya -#IndonesiaCerdas

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*