Everyday is Valentine's Day by @BangWirzal - Pranala Magni Daya

Everyday is Valentine’s Day by @BangWirzal

“Bang Wirzal salah!”

“Valentine itu Haram!

“Ini Ajaran SESAT!”

Sabar dulu sahabat, izinkan diri anda untuk membaca tulisan ini terlebih dahulu. Izinkan diri saya untuk berbagi pemahaman saya, yang bisa jadi keliru, bisa juga jadi benar, namun yang pasti bisa kita ambil hikmahnya.

Dulu ketika kuliah, dosen marketing saya menjelakan tentang bagaimana alur promosi tahunan sehingga pusat perbelanjaan penuh. Promo Liburan Anak Juni-Juli, Promo Masuk Sekolah Agustus-September, Promo Ramadhan,Promo Lebaran, Promo Natal dan Tahun Baru, bahkan kalau tidak ada yang pas ya dibuat-buat, contoh walaupun kita tidak tahu helloween tapi Oktober ada promo helloween. Masuklah kita ke bulan februari dan hadirlah Valentine’s Day.

Komodifikasi dari Valentine’s day dengan segala promonya adalah satu hal, tapi saya bisa memahami betapa khawatirnya banyak orang tua, guru-guru dan termasuk diri saya sendiri ketika mengetahui ada yang membundle dua buah coklat dengan kondom. Dan konon kabarnya dibagikan gratis! Wow, ada dimana itu? Saya mau makan coklatnya, kondom juga bisa saya gunakan sebagai alat kontrasepsi. But Hello??? Itu kan buat pasangan suami istri yang sah di mata negara dan yang utama di mata Allah SWT. Bukan untuk anak bau kencur yang baru bisa bilang sayang dan membuat pacarnya mabuk kepayang dan membiarkan dirinya menyerahkan segalanya hanya untuk membuktikan cintanya.

Correct me if I’m wrong, Valentine Day setahu saya dimulai dari kisah seorang pendeta yang bernama Valentinus yang melindungi pasangan yang ingin menikah tapi tidak direstui keluarganya karena perbedaan kasta(mirip romeo and juliet). Pendeta ini menikahkan mereka secara sah di mata agama, kemudian memastikan mereka bisa keluar kota untuk menghindar dari amukan warga yang berseteru (keinget jakmania nikah sama viking persib, hadeuuh). Karena tidak menemukan pasangan tersebut, warga melampiaskan kemarahan mereka pada Valentinus hingga dia tewas. Hari kematiannya adalah Valentine’s Day.

Terlepas benar atau tidaknya kisah di atas, mari kita sama-sama mengambil hikmah. Semangat yang saya tahu tentang Valentine’s Day adalah kasih sayang, pengorbanan, mengatasi perbedaan. Bukan mengajarkan tentang pacaran bahkan sex bebas!

Tapi apakah anak-anak kita, remaja kita memahami hal ini? Apalagi kalau kita mengharamkan Valentine tanpa memberikan pemahaman. Atau kita perlu berintrospeksi, jangan-jangan kita tidak membuat mereka merasakan kasih sayang di rumah, di keluarga sehingga mereka merasa lebih dicintai dan diterima di luar sana. Apakah kita sudah bertanya tentang apa yang mereka inginkan? apa yang membuat mereka tidak nyaman di rumah? Apa yang mereka pahami tentang Valentine? Sudahkah kita mendengarkan mereka terlebih dahulu?

Apalagi kalau kita hanya bisa marah dan menunjukkan perlawanan dengan kekerasan, kira-kira apa yang ada dibenak mereka ya? Kasih sayang tidak boleh, Kekerasan boleh?

Allah Maha Pengasih Maha Penyayang, Kasih dan Sayang adalah sifat dan asmaNYA yang paling sering ada. Bagaimana kalo kita bawa semangat kasih dan sayang itu setiap hari. Sayangilah keluarga Anda. Sayangilah orang lain. Ajarkan anak-anak dan remaja kita untuk berbagi, untuk selalu membawa kasih dan sayang dalam pikiran, perasaan dan tindakan mereka. Penuhi rumah anda, bangsa ini dan dunia dengan cinta, setiap harinya. Everyday is Valentine Day.

Catatan: Ini akan segera tertutup dengan perayaan Imlek dan persiapan Ujian Sekolah/ UTS kampus. Dan kemungkinan masih akan terulang lagi di tahun depan.

Bagi Anda yang berminat mengikuti pelatihan saya, Value Awareness Training, batch ke-32 akan dilaksanakan tanggal 28-29 Maret 2015. Silakan hubungi Doddy di 02170311605 untuk pendaftaran.

“Live Your Highest Value, Embrace Harmony”

Ngobrol yuk Follow @BangWirzal

– Value Synergy Trainer – Owner EO and Training Provider: Pranala Magni Daya

HP / WhatsApp: 0816-1377-885

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*