Bagaimana Mengelola Karyawan Yang Lebih Senior ?

Bagaimana Mengelola Karyawan Yang Lebih Senior ?

Dahulu, pengalaman masih menjadi faktor paling penting dalam promosi karier atau jabatan. Pada waktu itu untuk bisa terus bergerak ke posisi atas, seseorang harus melalui masa yang cukup lama bahkan bertahun-tahun, dimana sebagaian besar tingkatan menajer adalah orang yang lebih tua dari karyawannya.

Pengalaman masih cukup penting. Tapi, ketika pada era dimana Mark Zuckerberg yang berusia 33 tahun sudah mampu memiliki salah satu perusahaan terbesar di dunia maka aturan-aturan lama mulai tidak berlaku, perubahan terjadi begitu cepat karena teknologi.

Salah satu yang menjadi fenomena dalam dunia kerja saat ini adalah, semakin banyak orang-orang muda yang harus mengelola karyawannya yang lebih tua, dan dalam beberapa kasus bahkan jauh lebih tua dari mereka. Tentu saja ini sering menjadi tantangan bagi generasi muda untuk dapat memimpin orang-orang yang lebih tua dan berpengalaman dari mereka. Sebagai orang-orang usia muda bagaimana kita harus mengatasinya ?

Seorang Dosen senior Tatiana Kolovou dari Kelley School of Business memberikan lima saran untuk mengelola karyawan yang usianya lebih senior:

1. Tidak Menjadi Dominan Diantara Yang Lebih Senior

Kesalahan yang sering seseorang tidak sadari ketika harus memimpin para senior adalah kita tiba-tiba datang dan memberi tahu atau perintah kepada karyawannya tentang apa yang seharusnya dilakukan. Hal ini seringkali tidak bekerja pada karyawan yang lebih tua, karena mereka memiliki pengalaman yang lebih dari kita. Kita harus bisa berkomunikasi dengan mereka, mengetahui keterampilan mereka, tujuan mereka kemudian bisa memotivasi mereka.

2. Menjadi inklusif

Karyawan yang lebih senior memiliki lebih banyak pengalaman dari kita dan besar kemungkinan sudut pandang mereka berbeda dengan kita. Maka sebelum memberikan keputusan ada baiknya kita meminta saran atau masukan dari mereka. Jangan ragu untuk berdialog dengan para karyawan. Dan seyogyanya keputusan akhir memang ada pada kita, karena kita juga tak mungkin selalu menjadi apa yang orang-orang inginkan.

3. Hindari menunjukkan perbedaan usia

Ya, kita memang lebih muda dan berhasil. Tetapi kita sebaiknya menghindari untuk menunjukan hal ini. Begitu juga sebaliknya, ketika karyawan mulai menunjukan tentang perbedaan usia maka sebaiknya kita bisa mengalihkan pada topik yang lainnya.

4. Menjadi kredibel.

Sebagai seorang leader kita seyogyanya bisa menjadi penentu, dalam mengambil sebuah keputusan kita juga tak boleh bimbang. Tetaplah menjadi profesional, jika masih ragu maka kita bisa mendengarkan masukan dari para karyawan lalu membuat keputusan.

5. Menemukan mentor.

Mengelola dan memimpin seseorang yang jauh lebih tua dari kita adalah tantangan. Maka carilah mentor yang kita percaya untuk bisa diajak berdiskusi tentang masalah-masalah yang kita hadapi.

Kabar baiknya, jika kita selalu memperlakukan karyawan dengan hormat, tetap profesional dan bertindak tegas, maka sebagian besar karyawan khususnya yang lebih senior akan kembali untuk menghormati kita.

 

Pranala(7)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*